Cara memilih dan mencoblos yang benar Surat Suara Pemilu 2014


Agus Winanto - Caleg No.Urut 2 PPP DPRD Kota Bekasi Dapil 3

Sunday, June 13, 2010

Beberapa Rekomendasi Kelana Kuliner Ikut Festival Soto Kota Tua

Jakarta Bekasi, www.kelanakuliner.co.cc
Tak terasa sudah berjalan hampir 2.5 tahun kelanakuliner meliput tentang warung makan, rumah makan, kafe dan tempat makan mulai dari kelas kaki lima hingga bintang lima ternyata sudah dapat pengakuan dari beberapa pihak media televisi maupun media massa cetak.

Salah satu yang menjadi rekomendasi untuk dipakai databasenya adalah pada penyelenggaraan acara festival soto di Kota Tua Jakarta. Pihak event organizer dari Warta Kota (Kompas group) meminta kelanakuliner untuk membantu peneyediaan database serta akses ke wisata jajan yang menjual semua makanan jenis soto. Mulai dari Soto Boyolali, Cotto Makassar, Soto Betawi, Soto Lamongan, Soto Banjar dan banyak lagi lainnya. Alhamdulillah mereka bisa mengikuti acara yang memang ingin melestarikan budaya wisata kuliner Indonesia.

Setiap pemilik usaha soto nusantara ini diwajibkan menyediakan sedikitnya 200 porsi soto untuk disajikan kepada para pengunjung dengan harga antara Rp 15.000 s/d 20.000,-. Sayang sekali bila kita tidak bisa hadir mengunjungi festival soto nusantara yang diselenggarakan di Kota Tua Jakarta Musium Fatahillah ini.


Berikut beberapa tulisan yang berkaitan dengan acara tersebut.


KOMPAS.com - Masakan soto ternyata tak hanya didominasi asalnya dari satu daerah saja. Hampir semua daerah memiliki menu soto sendiri, mulai dari Soto Betawi, Soto Lamongan, hingga Cotto Makassar.

Kendati bahan baku utamanya sama, yaitu daging ayam atau sapi, namun racikannya berbeda-beda. Pada Minggu (6/6/2010), Harian Warta Kota menggelar Bike to Heritage & Festival Soto Nusantara di depan Museum Sejarah Jakarta. Berupa-rupa soto pun dihidangkan.

Tidak kurang 25 penjual soto turut berpartisipasi dalam festival ini. Di antaranya adalah Soto Kemiri Khas Pati, Cotto Makassar, Soto Kaki Sapi Tasikmalaya, Soto Banjar, Soto Padang, dan lainnya. Yuk, kita mengenal sedikit mengenai soto-soto di atas.

Soto Kemiri Khas Pati, menurut Agus, salah seorang penjaga stan, cikal bakalnya adalah Restoran Nasi Gandul Pati yang didirikan pada 1950 di Pati. Di Jakarta, Soto Kemiri berdiri pada 1996 di Pesanggrahan, Kebon Jeruk. Sesuai namanya, ciri khas dari soto ini adalah rasa kemirinya yang sangat mendominasi. Semua bahan yang digunakan soto ini didatangkan dari Pati, Jawa Timur.

Sementara itu, Soto Kaki Sapi Putra Tasikmalaya, yang berdiri di Pasar Minggu, 1970, memiliki bahan utama kaki sapi. Soto ini memiliki rasa khas karena menggunakan sumsum dan kuah susu domo atau susu krim. Soal racikan dan cara memasaknya, pemiliknya, Bp Pratomo, merahasiakannya. Pengolahannya sendiri dilakukan oleh mertuanya. Soto Banjar "Nyaman" Antasari didirikan di Jalan Pangeran Antasari, Cilandak Barat, pada tahun 2000. Nyaman, dalam bahasa Banjar, memiliki arti enak. Soto ini berisi soun, perkedel, dan irisan ayam. Sementara kuah beningnya diolah dari beragam rempah-rempah.

Lainnya adalah Soto Padang H St. Mangkuto, yang pertama kali dibuka di Padang pada 1942. Soto Padang ini kemudian pindah ke Jakarta pada 1964. Ciri khas utama soto ini adalah daging sapinya yang direbus dan kemudian digoreng kering. Selain daging sapi kering, soto ini juga dicampur dengan soun dan irisan kentang. Sementara itu, sambalnya pun asli karena tidak dicampur bumbu lainnya. Sambal soto merupakan lombok yang digiling tanpa diolah lagi.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Muhayat memuji festival ini karena dapat mengenalkan budaya khas Nusantara melalui makanan. "Soto ciri khas makanan khas Nusantara dikenalkan. Dengan demikian, masyarakat mengetahui ragam soto di Indonesia. Festival ini merupakan sosialisasi pengenalan budaya Nusantara," katanya.

Acara ini digelar hingga Minggu sore. Soto khas Nusantara ini dijual Rp 15.000-Rp 20.000. Harga ini sudah termasuk minuman dingin.

--------------------

JAKARTA, KOMPAS.com — Bingung hendak berwisata kuliner di mana pada hari Minggu ini? Di tengah suasana mendung pada Minggu (6/6/2010) ini, rasanya menikmati satu mangkok soto panas di depan Museum Sejarah Jakarta sembari ditemani lagu-lagu daerah dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Harian Warta Kota, dalam rangka memperingati HUT ke-483 Jakarta dan Hari Antinarkoba Internasional, menggelar acara Bike to Heritage dan Festival Soto Nusantara. Ada 25 penjual soto dari berbagai daerah di Indonesia yang turut serta dalam festival ini. Masing-masing penjual menyajikan soto terbaik mereka dengan segala menu sampingannya, seperti kerupuk kendar, tahu gimbal, sate rempela, tempe gembus, karak, dan sate ati.

Pada acara ini, peserta dapat menikmati beragam soto khas Nusantara, yaitu Soto Padang H St Mangkuto, Soto Gomyang Koko Bogana Pemalang, Soto Ngawi Margonda, Empal Gentong Ibu Lily Cirebon, Soto Ayam Bangkong Semarang, Soto Ambengan Kelapa Gading Surabaya, Soto Boyolali, Soto Kudus Senayan, Soto Blitar, Soto Madura, Soto Tangkar Tanah Tinggi Jakarta, Soto Bandung Pak Ento, Soto Banjar "Nyaman" Antasari, Soto Kaki Sapi Putra Tasikmalaya, Soto Sokaraja, Soto Nggading Solo, Soto Mie Nikmat Haji Sahadi Bogor, Soto Lamongan 9999, Raja Soto Khas Jogja, Soto Kemiri Khas Pati, Soto Karak Salatiga, Cotto Makassar Mamink Daeng Tata, Soto Banyumas Sekengkel Pak Jon's, Soto Medan Pak Syamsudin, dan Tauto Pekalongan.

Selain itu, Anda juga dapat menikmati kerak telor dan taoge goreng khas Betawi. Festival ini berlangsung hingga Minggu sore. Harga soto berkisar antara Rp 15.000-Rp 20.000.

No comments:

Post a Comment

Google+ Followers

Hotline: 081.385.386.583 - (021) 9346.1965 / WEB.RIZAL